Dalam dunia olahraga prestasi, latihan fisik yang berat hanyalah separuh dari perjalanan menuju podium juara. Di lingkungan PBSI Kaltim, kesadaran akan pentingnya asupan makanan telah bergeser dari sekadar mengenyangkan menjadi sebuah strategi sains yang terukur. Nutrisi makro, yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak, merupakan bahan bakar utama yang menentukan seberapa lama seorang atlet bisa bertahan dalam reli panjang dan seberapa cepat mereka bisa pulih setelah pertandingan yang menguras tenaga.
Nutrisi makro pertama yang menjadi pilar utama adalah karbohidrat. Bagi seorang pemain badminton, karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi primer yang disimpan dalam bentuk glikogen di otot dan hati. Tanpa simpanan glikogen yang cukup, seorang atlet akan mengalami kelelahan dini atau yang sering disebut dengan istilah “hitting the wall.” Di Kalimantan Timur, para ahli gizi menyarankan pemilihan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi jalar, atau gandum utuh. Jenis makanan ini memberikan pelepasan energi secara perlahan dan stabil, sehingga menjaga kadar gula darah tetap konsisten selama sesi latihan yang bisa berlangsung berjam-jam.
Selain energi, perbaikan jaringan tubuh juga menjadi fokus utama dalam panduan ini melalui asupan protein. Makro nutrisi ini sangat krusial untuk memperbaiki mikrotrauma pada serat otot yang terjadi akibat gerakan eksplosif seperti jumping smash atau lunges yang ekstrem. Atlet di bawah naungan persatuan bulu tangkis ini diarahkan untuk mengonsumsi protein berkualitas tinggi dari sumber hewani maupun nabati. Dada ayam, ikan sungai khas Kalimantan yang kaya akan omega-3, serta telur merupakan pilihan utama. Konsumsi protein yang tersebar merata sepanjang hari—bukan hanya dalam satu porsi besar—terbukti lebih efektif dalam mendukung sintesis protein otot secara kontinu.
Lemak sehat juga memegang peranan yang sering kali disalahpahami oleh banyak orang. Lemak bukanlah musuh, melainkan komponen penting untuk produksi hormon dan penyerapan vitamin larut lemak (A, D, E, K). Bagi seorang atlet di Kaltim, lemak dari sumber seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun membantu menjaga peradangan tetap rendah dan memberikan cadangan energi untuk aktivitas berdurasi lama. Keseimbangan antara ketiga makronutrisi ini harus disesuaikan dengan fase latihan; misalnya, saat mendekati turnamen, porsi karbohidrat mungkin ditingkatkan, sementara saat fase pemulihan, porsi protein menjadi lebih dominan.
