Persiapan untuk mengadakan turnamen badminton kelas dunia ini melibatkan pembangunan dan renovasi fasilitas olahraga yang memenuhi standar Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Dengan dukungan infrastruktur modern yang sedang berkembang pesat di sekitar wilayah IKN, aksesibilitas dan akomodasi bagi para pemain asing kini bukan lagi menjadi kendala. Pemerintah daerah bersama pengurus olahraga setempat menyadari bahwa ketersediaan fasilitas internasional adalah syarat mutlak untuk menaikkan level kompetisi di tanah borneo. Hal ini diharapkan dapat memicu semangat para atlet lokal untuk berlatih lebih keras agar bisa bersaing dengan pemain papan atas.
Target utama dari penyelenggaraan ajang ini adalah kategori internasional, di mana para pemain dari berbagai negara dapat ikut berpartisipasi. Kehadiran pemain dunia di Kalimantan Timur akan memberikan dampak ganda. Pertama, sebagai sarana edukasi visual bagi atlet-atlet muda di daerah tersebut untuk melihat secara langsung bagaimana profesionalisme dan teknik bermain kelas dunia. Kedua, ajang ini berfungsi sebagai media promosi yang efektif untuk memperkenalkan wajah baru Kalimantan Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan olahraga di Asia Tenggara.
Namun, persiapan teknis di lapangan hanyalah satu sisi dari koin. PBSI Kaltim juga fokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, mulai dari wasit, hakim garis, hingga panitia penyelenggara. Mengelola ajang internasional menuntut ketelitian dan standar pelayanan yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai pelatihan dan sertifikasi mulai digalakkan untuk memastikan bahwa saat turnamen berlangsung, semua aspek berjalan dengan mulus sesuai dengan protokol global. Sinergi antara pemerintah pusat, pengelola IKN, dan federasi olahraga menjadi kunci utama keberhasilan misi ini.
Efek positif lain dari inisiatif ini adalah meningkatnya minat investasi di sektor industri olahraga lokal. Dengan adanya turnamen badminton rutin, toko-toko peralatan olahraga, akademi bulu tangkis, hingga layanan kesehatan khusus atlet akan tumbuh subur di wilayah pendukung Ibu Kota Nusantara. Ini menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi perkembangan bakat-bakat muda di masa depan. Bulu tangkis tidak lagi hanya dipandang sebagai hobi, melainkan sebagai industri profesional yang mampu menggerakkan roda ekonomi daerah serta meningkatkan martabat bangsa melalui prestasi.
