Rotasi Bahu Salah Bebani Pergelangan? Ini Solusi PBSI Kaltim
Masalah utama biasanya berakar pada rotasi bahu yang tidak sempurna saat melakukan pukulan overhead seperti smash atau clear. Secara anatomis, bahu dirancang untuk menjadi motor penggerak utama karena didukung oleh kelompok otot besar seperti deltoid dan rotator cuff. Jika pemain hanya mengandalkan ayunan lengan bawah tanpa melibatkan putaran bahu yang cukup, maka tubuh secara otomatis akan mencari kompensasi tenaga dari bagian tubuh lain. Sayangnya, kompensasi ini paling sering jatuh pada sendi pergelangan tangan yang sebenarnya memiliki batas toleransi beban yang jauh lebih rendah dibandingkan bahu.
Ketika pemain memaksakan tenaga dari pergelangan tangan untuk menutupi kurangnya tenaga dari bahu, terjadi apa yang disebut dengan overuse injury. PBSI Kaltim mencatat bahwa banyak atlet yang mengeluh nyeri pergelangan tangan kronis sebenarnya tidak memiliki masalah pada tangan mereka, melainkan pada mobilitas bahu yang kaku. Pergelangan tangan dipaksa melakukan gerakan “mencambuk” yang terlalu ekstrem untuk mengejar kecepatan kok. Akibatnya, jaringan lunak di sekitar karpal mengalami tekanan mekanis yang hebat. Inilah mengapa sangat penting bagi pemain untuk menyadari bahwa pergelangan tangan seharusnya hanya berfungsi sebagai pengarah atau pemberi sentuhan akhir (finesse), bukan sumber tenaga utama.
Beban yang berpindah ini sering kali bebani pergelangan secara tidak proporsional. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan ketidakstabilan sendi dan peradangan pada selongsong tendon. Untuk mengatasi masalah ini, PBSI Kaltim merumuskan beberapa pendekatan latihan yang fokus pada perbaikan mekanika gerak. Salah satunya adalah latihan mobilitas toraks dan bahu. Dengan meningkatkan ruang gerak pada sendi bahu, pemain dapat melakukan ayunan yang lebih lebar dan bertenaga tanpa harus membebani otot-otot kecil di tangan. Latihan ini juga mencakup penguatan otot punggung bagian atas agar mampu menahan momentum ayunan raket yang cepat.
Solusi teknis yang ditawarkan oleh para ahli di Kalimantan Timur ini juga melibatkan koreksi posisi berdiri (stance). Posisi badan yang terlalu menghadap net sering kali membatasi ruang rotasi bahu. Dengan memposisikan badan sedikit menyamping sebelum melakukan pukulan, pemain secara alami memberikan ruang bagi bahu untuk berputar secara penuh. Ini adalah solusi sederhana namun berdampak besar yang sering kali diabaikan. Selain itu, penggunaan video analisis saat sesi latihan sangat disarankan agar pemain bisa melihat secara visual di mana letak kesalahan distribusi beban mereka.
